MEMBACA ETIKET OBAT

Ada ratusan merek obat dipasaran, baik obat yang diminum maupun obat luar. Masing-masing obat memiliki aturan pakai sendiri. Agar tidak terjadi kesalahan saat memberikan obat pada si kecil, beberapa hal berikut perlu diperhatikan.

Golongan obat
Umumnya penggolongan obat memakai tanda lingkaran, yakni :
- Obat keras (daftar G), yakni obat yang diperoleh dengan resep dokter, memakai tanda lingkaran merah bergaris tepi hitam dengan tulisan huruf K di dalamnya. Obat-obatan yang termasuk dalam golongan ini adalah antibiotik (tetrasiklin, penisilin, dan sebagainya), serta obat-obatan yang mengandung hormon (obat kencing manis, obat penenang, dan lain-lain)

- Obat bebas, yaitu obat yang bisa dibeli bebas di apotek, bahkan di warung, tanpa resep dokter, ditandai dengan lingkaran hijau bergaris tepi hitam. Obat bebas ini digunakan untuk mengobati gejala penyakit yang ringan. Misalnya, vitamin, obat flu, dan lain-lain.
Obat bebas terbatas (daftar W). yakni obat-obatan yang dalam jumlah tertentu masih bisa dibeli di apotek, tanpa resep dokter, memakai tanda lingkaran biru bergaris tepi hitam. Contohnya, obat asma. Pada kemasan obat seperti ini biasanya tertera peringatan yang bertanda kotak kecil berdasar warna gelap atau kotak putih bergaeis tepi hitam, dengan tulisan sebagai berikut :
P.No. 1: Awas! Obat keras. Bacalah aturan pemakaiannya.
P.No. 2: Awas! Obat keras. Hanya untuk bagian luar dari badan.
P.No. 3: Awas! Obat keras. Tidak boleh ditelan.
P.No. 4: Awas! Obat keras. Hanya untuk dibakar.
P.No. 5: Awas! Obat keras. Obat wasir, jangan ditelan.

Bentuk Obat
Terdiri dari padat (bubuk puyer, kapsul, tablet, kaplet, atau krim), cair (obat tetes atau sirup), dan jelly (untuk obat luar). Bentuk obat yang beragam ini dibuat berdasarkan organ tubuh yang akan menyerap obat (seperti lambung, usus kecil atau kulit) dan untuk melindungi obat dari kerusakan.

Komposisi
Adalah keterangan tentang kandungan/bahan baku obat. Komposisi obat perlu dicantumkan untuk menghindari efek samping yang mungkin ditimbulkan.

Dosis
Merupakan keterangan mengenai takaran penggunaan obat. Misanya, anak-anak 1 sendok teh, dan sebagainya.

Indikasi
Yakni keterangan tentang manfaat obat, seperti untuk menurunkan panas, menghilangkan batuk, dan sebagainya.

Kontra indikasi
Sebagai peringatan kapan obat tersebut tidak boleh dipakai, seperti tanda peringatan “Tidak boleh digunakan bagi yang menderita tukak lambung”.

Cara menyimpan
Agar obat tidak cepat rusak, tulisan “Simpan ditempat yang sejuk” atau “Jauhkan dari jangkauan anak” perlu diperhatikan.

Nama produk/merek
Biasanya ditulis dalam ukuran besar, dicetak tebal, serta memiliki warna yang mencolok.

Tanggal kadaluwarsa
Merupakan keterangan batas akhir waktu pemakaian obat. Biasanya keterangan ini terdapat pada obat antibiotik.

Nomor registrasi
Biasanya tercetak : Reg. No. Nomor registrasi merupakan tanda bahwa obat tersebut terdaftar pada Departemen Kesehatan.

Nomor produksi
Merupakan tanda yang dibuat oleh pabrik obat sebagai kode kapan obat tersebut diproduksi.

Volume atau bobot bersih
Menunjukkan berapa banyak obat tersebut di dalam kemasan, seperti netto 100 ml.

Nama produsen
Menunjukkan perusahaan farmasi yang membuat obat tersebut .

 

BERBAGAI SUMBER

~~ 000 ~~

 

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: